Peningkatan Kapasitas Karang Taruna Kelurahan Baciro Dalam Penguatan Kerukunan Antar Umat Beragam Melalui Pelatihan Remaja Bertema Keberagaman

Kelurahan Baciro menyelenggarakan pelatihan untuk peningkatan kapasitas bagi anggota Karang Taruna pada Sabtu 18 April 2026. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kelurahan mulai jam 19.30 WIB dengan peserta anggota Karang Taruna di wilayah Kelurahan Baciro. Kegiatan ini merupakan hasil usulan dalam musrenbang 2025 Kelurahan Baciro.

Lurah Baciro, Sutikno, dalam sambutan menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan dengan tema keberagaman merupakan kebutuhan yang penting untuk peningkatan kapasitas karang taruna dalam mensikapi adanya perbedaan dan keberagaman ditengah masyarakat. Diharapkan dengan kapasitas yang memadahi maka Karang Taruna dapat memberikan contoh nyata dan mengedukasi warga di wilayah masing-masing. Edukasi dimaksud terkait upaya membina dan memperkuat kerukunan antar umat beragama.

Berita Lainnya

Pelatihan menghadirkan 2 orang nara sumber yakni Abdul Halim, tokoh dari kalangan muslim dan Pendeta Kristi dari GKJ Gondokusuman. Nara sumber pertama, Abdul Halim yang juga pengurus FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Yogyakarta, memaparkan materi Membangun Nilai-Nilai Kerukunan. Dalam paparannya Abdul Halim menyampaikan beberapa hal terkait kerukunan diantaranya memahami perbedaan, memelihara semangat kerukunan dalam keragaman, spirit kerukunan, saling mengenal, saling menyayangi, saling menolong, saling menghormati, kriteria kelurahan rukun beragama.

Berkaitan dengan beberapa kriteria kelurahan rukun beragama, Abdul Halim memaparkan sebagai berikut :

Warga Kelurahan lintas agama
Pengurus lembaga Kelurahan mengakomodasi warga lintas agama.
Terdapat lebih dari satu macam rumah ibadah.
Terdapat ruang publik yang dapat dimanfaatkan lintas agama.
Kegiatan kebudayaan/tradisi lintas agama
Kegiatan kebangsaan dan sosial lintas agama.
Kegiatan pembinaan kemasyarakatan.
Kegiatan gotong-royong lingkungan dan rumah ibadah.
Partisipasi kegiatan peringatan hari besar agama non ritual.
Tidak menonjolkan ciri agama tertentu.
Keberadaan simbol-simbol kebangsaan.
Penanda, informasi, dan himbauan bermoderasi

Sedangkan naras umber kedua, Pendeta Kristi menyampaikan paparan Perdamaian Antar Umat Beragama di Kelurahan Baciro dan Kota Yogyakarta. Berkaitan dengan tema perdamaian Pendeta Kristi menyampaikan beberapa hal diantaranya : fakta keberagaman agama, kerukunan, dialog verbal (saling berbicara, mengenal kesamaan dan perbedaan) dialog karya (bekerja sama untuk kebaikan bersama) dan dialog kehidupan (hidup bersama di tengah keberagaman), merawat kerukunan dan menjaga keberagaman agama, suku dan budaya.

Kegiatan pelatihan bertema keragaman bagi Karang Taruna merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan di Kelurahan Baciro pada tri wulan II dengan anggaran murni 2026. Kegiatan lainnya yang diselenggarakan pada tri wulan II yaitu pelatihan kader ibu hamil untuk pencegahan stunting, pelatihan kader PSM dan sosialisasi penyakit leptoferosis.

Pos terkait