NIHMALIOBORO.COM – Walikota Cup menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus sarana mengembangkan potensi wisata olahraga (sport tourism).
Hasto mengapresiasi panitia, pengurus olahraga biliar, komunitas, serta seluruh peserta yang telah menyukseskan kompetisi tersebut. Menurutnya, biliar tidak sekadar mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan ketenangan, presisi, konsentrasi, strategi, dan pengendalian diri.
“Walikota Cup harus menjadi ruang pembinaan yang mampu menemukan atlet-atlet potensial, meningkatkan kualitas kompetisi, dan mendorong lahirnya prestasi yang lebih tinggi,” ungkapnya, pada Minggu (25/10/2026) di Lucky Billiards.
Hasto juga melihat kompetisi olahraga sebagai peluang untuk mengembangkan sport tourism di Kota Yogyakarta. Penyelenggaraan kompetisi secara profesional dinilai dapat menarik atlet, komunitas, pendamping, dan penonton dari berbagai daerah untuk berkunjung sekaligus menikmati budaya, kuliner, dan keramahan Yogyakarta.
“Kita mengenal Yogyakarta sebagai Kota Budaya, Kota Wisata, Kota Pelajar, Kota Ekonomi Kreatif, dan sekarang juga sebagai the City of Festivals. Olahraga juga memiliki peluang menjadi bagian dari daya tarik kota. Mereka yang datang untuk bertanding sekaligus bisa mengenal budaya dan berbagai potensi Yogyakarta,” jelasnya.
Menurut Hasto, kemudahan konektivitas melalui jalur darat, kereta api, dan penerbangan turut membuka peluang bagi Yogyakarta untuk menjadi tuan rumah berbagai kompetisi olahraga. Hal tersebut sejalan dengan semangat Otentik Konkret HUT ke-270 Kota Yogyakarta, yakni mengembangkan potensi menjadi kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kepada para finalis, bertandinglah dengan kemampuan terbaik. Kejar kemenangan, tetapi tetap jaga sportivitas. Sebab, seorang juara tidak hanya dikenal dari trofinya, tetapi juga dari sikapnya ketika bertanding,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia Jogja 9 Ball Billiard Competition – Walikota Cup, Lucky, menyampaikan kompetisi tersebut diikuti 64 peserta, termasuk peserta dari luar Yogyakarta. Ia menilai penyelenggaraan kompetisi ini menjadi peluang untuk mengembangkan olahraga biliar sekaligus membuka jalan bagi munculnya atlet-atlet potensial.
“Harapan kami, ke depannya akan semakin banyak kegiatan seperti Walikota Cup ini. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga melahirkan bibit-bibit atlet biliar yang berpotensi untuk dikembangkan,” ujar Lucky.
Melalui kompetisi yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta ini, diharapkan olahraga biliar semakin berkembang sebagai cabang olahraga prestasi sekaligus daya tarik wisata olahraga yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.





